Minggu, 24 Juli 2011

Seri Memimpin Diri; Cantik atau Jelek Sama Pentingnya

Bacalah dengan nama Tuhanmu,____
"Yang memisahkan yang baik dan yang hebat itu adalah HATI..". (Michael Jordan)

Dear pembelajar,____
Seorang sahabat kompasianer menuliskan kegembiraannya atas tulisannya yang masuk sebagai tulisan terekomendasi. Lalu dia bertanya (tak bertanya) dalam judul tulisan terbarunya. Norak ya (?). Saya yang tumben “sadis” bilang : “Ya. Norak.” He..he…sebetulnya, ngga lagi sadis, tapi sedang ingin sedikit saja memberi “ketidakbahagiaan” diantara semua komen yang membahagiakannya.

Perhatikan diri kita, kita tidak akan terlihat cantik jika tidak ada yang lebih jelek dari kita. Kita tidak akan dinilai baik, jika tak ada yang lebih buruk dari kita. Untuk menjadi terlihat cantik, kita butuh pembanding. Untuk dinilai baik kita butuh pembanding.

Kita tidak akan menjadi pintar, jika tidak ada orang yang bodoh di situ. Untuk dikatakan pintar, kita perlu pembanding yang lebih tak pintar.

Untuk menjadi juara, kita memerlukan kebesaran hati dan jiwa orang-orang yang kalah. Untuk menjadi “disebut kaya”, kita membutuhkan “mereka yang miskin, sengsara dan menderita”.

Untuk menjadi “TEREKOMENDASI”, kita membutuhkan tulisan-tulisan yang tidak bermakna dimata, di penglihatan, dijiwa dan di batas pemikiran para admin.

Maka, baik atau buruk, cantik atau jelek, kaya atau miskin, pintar atau bodoh, terekomendasi atau tidak terekomendasi menjadi tidak ada bedanya di dalam jiwa orang-orang yang bijak. Di dalam hidup dan kehidupan, semua unsur menjadi sama pentingnya.

salam bahagia

2 komentar:

  1. kedamaianhati25 Juli 2011 14.36

    Cantik atau jelek bukan soal penting tetapi soal cara melihat karena bila saat melihat rasa hati nya penuh rasa cinta kasih maka dia tidak melihat lagibentuk dan rupa tetapi dia mampu menembus dibalik itu hakekat sehingga dia rasakan kebesaran al chalik yg menciptakan mahluk sempurna.

    sebaliknya bila dia melihat dengan rasa benci dan dedam kesumat maka cantik atau jelek semakin tak kelihatan oleh hawa nafsu kemarahan membara.

    BalasHapus
  2. Maka, baik atau buruk, cantik atau jelek, kaya atau miskin, pintar atau bodoh, terekomendasi atau tidak terekomendasi menjadi tidak ada bedanya di dalam jiwa orang-orang yang bijak. Di dalam hidup dan kehidupan, semua unsur menjadi sama pentingnya.


    ya.. ternyata semuanya menjadi unsur yang sama pentingnya..
    saling membutuhkan, yang buruk membutuhkan pembanding agar selalu berusaha menjadi baik, pun yang baik membutuhkan yang buruk karena jika tidak ada mereka maka tak ada pembanding yang dapat menjadikan kita dikatakan baik...

    terimakasihku duhai orang - orang bijak....

    BalasHapus