Kamis, 07 Juli 2011

Seri Memimpin Diri : Antara Uang dan Jiwa yang Tenang

Bacalah dengan nama Tuhanmu,______________
"Akuilah kegagalan - kegagalan anda dengan rendah hati. Orang sudah tahu kalau anda keliru, tetapi mereka akan menghargai sikap anda". (John C. Maxwell)

Dear pembelajar,
Suatu ketika dalam sebuah percakapan dengan salah seorang sahabat. Ia mengisahkan hidupnya yang beberapa bulan terakhir didera too much problems. Belum kelar persoalan satu, muncul persoalan lain. Belum kelar soal lain, sudah ada tambahan soal lain lagi. Sehingga, praktis belakangan, dia tak lagi banyak bicara. Tiba-tiba saja dia muncul di YM.

"Hi! May we talk? I need a chat..Could we have?"

"Well, of course, please! What is now? Let me listen…"(karena ini bagian dari pekerjaan saya yang sangat saya cintai)

Dan dia cerita persoalan barunya. Tambah lagi musuhnya dalam soal jual beli lahan perkebunan. Kali ini musuhnya bukan orang lain, tetapi saudara dekatnya. Bukan main-main, sebab sudah main terror dan ancam yang melibatkan kekuatan fisik dan psikis. Sahabat saya berkeras bahwa dia yang benar dan saudara dekatnya juga berkeras, dia benar. Uang yang dipersoalkan sebesar 15 juta. Saya coba tanya dia:

"Do you have that cash?"

"Yes! But I don’t wanna give it to him…I have lost hundreds million for my business…"

"Okay, so you like to be in terrorism and need to fight?"

I don’t care!

"Hey! He is your relative and sick now as you told me, he needs your hand. You have your cash in your hand. Why don’t you give him a hand?"

"I don’t care, it is not my responsibility"

Okay, may I ask, what are you?

An Accountant.

Well, if you need my opinion, just listen to me, “life is not just managing numbers, life is also managing good relationships”.

"Let’s see…and thank you for the advise…bye…"

Ketika saya menulis ini, dia sedang menyepi di suatu tempat, menghindari berisiknya telepon-telepon yang bersifat terror. Saya lebih suka mengalah, tetapi dia lebih suka membela hak-haknya dengan mati-matian. Bagaimana dengan yang sedang membaca ini…I let you choose. It is really your right (Ini hak anda).

salam bahagia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar