Senin, 18 Juli 2011

Marketing Place

Bacalah dengan nama Tuhanmu,_________
“Bayar sekarang, main belakangan, main sekarang, bayar belakangan” (John C. Maxwell)

Dear pembelajar,
Setelah memasarkan diri tersampaikan, saatnya sekarang kita belajar Marketing Place. Saya sengaja menggunakan istilah aslinya sebagai judul tulisan, sebab terlalu panjang apabila saya menuliskan maksudnya. Marketing Place, secara harafiah terjemahannya adalah memasarkan tempat. Dalam kaitannya dengan bahasan itu, dan dalam tataran Negara Indonesia, maka Marketing Place bermakna sebagai upaya bagaimana memasarkan sebuah Negara yang namanya Indonesia, bagaimana memasarkan propinsi, kabupaten, kota, hingga desa.
Pengetahuan ini penting untuk dimengerti oleh pengelola, yang dalam hal ini adalah pemerintah, dari tingkat Negara hingga desa. Untuk selanjutnya, jika saya menuliskan ‘tempat’, maka disamping Negara, yang saya maksudkan adalah juga propinsi, kabupaten, kota, hingga desa.

Masih ingat kan? Bahwa product is anything that can be offered to the market. Segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar. Tempat. Apakah ia juga merupakan produk? Ya! Pemasarnya adalah pemerintah dan produknya adalah tempat (Negara, propinsi, kabupaten, kota, hingga desa). Lalu siapa target marketnya? Siapa yang menjadi pasar sasarannya? Inilah gagasan Philip Kotler, yang saya ambil dari Mark Plus (Hermawan Kartajaya). Dikatakan bahwa main target market dalam rangka memasarkan sebuah kota, daerah atau Negara antara lain adalah:
  1. Visitors (business visitors atau non business visitors seperti wisatawan baik lokal maupun asing). Pemerintah harus menyediakan daya pikat agar mereka suka datang ke tempat mereka.
  2. Residents and workers; sebuah Negara, daerah atau kota harus dapat mempertahankan penduduk dan para pekerja yang bermutu. Bila penduduk atau pekerja tidak mau tinggal di suatu Negara, daerah atau kota, maka akan terjadi yang namanya Brain_drain. Jika ini terjadi, maka akan mempengaruhi target market ke tiga.
  3.  Bussines and Industry (pelaku investasi)
  4.  Export market : Negara, daerah atau kota harus dipasarkan diluar negeri supaya hasil produk dari tempat-tempat tersebut dapat diterima di negara tujuan.
Nah, bagaimanakah strategi yang dapat dijalankan oleh pemasar, yang dalam hal ini adalah pemerintah? Inilah empat strategi yang dapat dilakukan guna menarik minat target utama tersebut:
  1. Ciptakan image marketing; ketika anda mendengar Surabaya, Bandung, Jakarta, Singapura, New York, Paris, apa image marketing yang dapat anda tangkap pada tempat-tempat yang disebutkan itu?
  2. Ciptakan attractiveness; sebuah tempat harus dapat menonjolkan atraksi yanga da di situ. Pasris dengan Eifel Tower, India dengan Taj Mahal, New York dengan Empire State Building, Indonesia? Silahkan dipikirkan!
  3. Infrastructure; sarana transportasi, telepon, jalan dan segala sesuatu yang dapat menunjang kemudahan orang berbisnis dan bekerja.
  4. People; sumber daya manusia harus mempunyai kwalitas yang tinggi untuk dapat mempunyai bargaining power (kekuatan tawar).
Nah selanjutnya, berimajinasilah tentang daerah tempat anda dilahirkan, cermati keadaan anda dan SDM nya,serta target marketnya, lalu bayangkan anda adalah seorang Bupati atau Walikota. Saya ingin mendengar cerita anda, bagaimana anda memasarkan kota/kabupaten anda?
Salam bahagia!

1 komentar:

  1. dear Ibu aridha,

    saya mahasiswi Univ. 45 yang notabene bukan penduduk asli surabaya, saya dari Lumajang, dkota lumajang ini banyak sekali Tempat2 Wisata yang terdiri dari Pantai Selatan yang terkenal Ombaknya, Air terjun, Kolam2 pemandian yang dari sumber mata Air pegunugan, Tempat2 Wisata tersebut masi belum terjangkau sama pemerintah, lah supaya tempat2 Wisata di lumajang ini bisa di publikasikan kepada Khalayak Banyak Bagaimana buk??? mungkin dari pemerintahnya juga adem Ayem tanpa memikirkan kondisi tempat Wisatanya. itulah sedikit Gambaran tempat wisata dkota saya, terimaksih.

    BalasHapus