Selasa, 05 Juli 2011

4 Langkah (+) Sukses Kuliah

Bacalah dengan nama Tuhanmu,____
"pemenang berkonsentrasi untuk meraih kemenagan, pecundang berkonsentrasi hanya asal selamat" (John C Maxwell)

Dear pembelajar,
Kali ini agak tidak biasa. Ada satu hal penting yang dipesankan oleh seorang sahabat dosen dari UNHAS, Ujung Pandang (Makassar) kepada seluruh mahasiswa, dimanapun anda berada. Nama sahabat saya itu, Armand. Ia seorang dosen muda yang energik dan sangat kreatif. Tulisan-tulisan hebatnya, hampir setiap hari tayang di media kompasiana.com. Saya, banyak belajar darinya. Tentu saja saya bahagia, beliau berkenan berbagi di sini. Tulisan ini bagus dan saya pastikan dapat membantu anda selama proses pembelajaran. Jika tidak, mana mungkin saya berani menampilkan di sini? Nah, bacalah dengan penuh antusias!

Bertahun-tahun sudah saya amati pengisian dan registrasi matakuliah mahasiswa di perguruan tinggi sebagai formalisasi administrasi akademik belaka. Kegiatan pengisian KRS hanyalah rutinitas enam bulanan, tiada makna apa-apa terhadap mahasiswa kecuali hanyalah sebuah pengakuan administratif bahwa yang bersangkutan telah sah untuk mengikuti perkuliahan sesuai dengan Kartu Rencana Studi.

Yang berencana kuliah benar-benar “Kartunya” bukan mahasiswanya. Maksud saya, setelah KRS disetor tak ada lagi kelanjutan untuk mengaplikasikan secara konkrit apa saja yang harus dipersiapkan selama 6 bulan ke depan.

Oleh karena keprihatinan saya terhadap formalisasi KRS mahasiswa maka saya menawarkan hal-hal yang dapat membantu Anda untuk sukses belajar, sukses menimba ilmu.,sukses ujian dan sukses lulus dengan nilai sangat memuaskan (nilai A) dengan indeks prestasi semester = 4,0. Tuntasnya pengurusan KRS bukanlah akhir dari sebuah proses administrasi akademik, tetapi mahasiswa wajib untuk mengimplementasikannya dalam format manajemen perkuliahan. Yang saya cetak tebal ini adalah subtansi dari tulisan ini.

Langkah 1: Miliki GBRP

Merancang perkuliahan tidaklah puas ketika KRS itu telah disahkan oleh penasehat akademik, ketua deprtamen, wakil dekan bidang akademik, Itu hanyalah pengesahan secara administratif. Sesungguhnya KRS itu wajib diimplementasi yang dalam tiga ketertiban: tertib administrasi, tertib absensi dan tertib penugasan.

Jauh dari itu, mahasiswa segera melakukan manajemen perkuliahan. Awal dari semuanya adalah persiapan menghadapi proses perkuliahan dengan mengetahui dan menguasai informasi apa saja yang akan disajikan oleh staf pengajar selama satu semester ke depan.

Mahasiswa seharusnya telah memiliki Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBRP) dari dosen penanggung jawab matakuliah sesuai hasil rapat kerja fakultas atau universitas. GBRP ini sudah disahkan oleh senat untuk diajarkan kepada mahasiswa. Pahamilah topik-topik dan materi-materi tersebut setiap saat sebelum diajarkan. Jangan masuk ruangan hanya sebatas mengetahu jenis matakuliah tetapi tak tahu topik apa yang akan dikuliahkan.

Langkah 2: Giatkan diskusi

Diskusikan kepada teman-teman Anda dan giatlah untuk selalu membahas bahan-bahan ajar. Sebetulnya ciri khas mahasiswa adalah suka membahas dan mendiskusikan sesuatu, namun terkadang yang lebih dominan disikusikan adalah tema politik dan gerakan-gerakan mahasiswa.

Itu tak salah sebab komunitas mahasiswa memang agent of chage. Namun demikian, jangan lupakan untuk mendiskusikan bahan-bahan kuliah yang telah, sedang atau akan dipelajari.

Diskusi selalu menghadirkan suasana pembelajaran sendiri dan berkesan, baik bersama dengan dosen maupun tanpa dosen. Teknik diskusinyapun tak perlu berlama-lama, cukup dua jam sehari. Aplikasikan tema-tema pembelajaran dengan menggunakan FGD (Focus Group Discussion) dengan seorang moderator, notulis dan peserta 6 sampai 12 orang.

Langkah 3: Membuat executive summary

Dianjurkan atau tidak, sebaiknya Anda membuat summary sendiri setiap selesai kuliah. Jangan menundanya, mumpun masih hangat di ingatan perkuliahan yang baru saja selesai beberapa meneit yang lalu. Summary ini sangat baik untuk menyegarkan ingatan dan melatih pikiran untuk mengambil inti sari dalam setiap perkuliahan.

Summary istimewa ini merupakan kumpulan saripati perkuliahan yang lebih fokus, ringkas, dan jauh lebih mudah diingat oleh mahasiswa. Rajin-rajinlah selalu membuat kesimpulan-kesimpulan pada setiap perkuliahan. Summary ini diformat berdasarkan dua hal yakni text book dan uraian pengajaran dosen dikelas setiap tatap muka.

Mudah-mudahan dosen Anda selama memberi perkuliahan selalu menghadapkan wajahnya ke hadapan para mahasiswanya, mukanya selalu dapat terlihat, karena ada juga dosen lebih banyak membelakangi mahasiswanya. Itu bukan kuliah tatap muka tetapi tatap bokong. Ha ha ha ha ha.

Langkah 4: Membuat soal sendiri

Saya tidak mengatakan bahwa saya adalah seorang mahasiswa yang sukses tetapi saya memiliki pengalaman ketika mahasiswa senang membuat soal sendiri dan menjawab sendiri, bahkan soal-soal yang saya buat sering dikopi oleh teman-teman saya sebagai ajang untuk memotivasi menjawab soal-soal dosen, atau lebih tepatnya latihan sebelum bertanding. Saya sangat rasakan manfaatnya dengan cara ini, dan secara psikologik memang kita cenderung tertantang dengan bacaan yang banyak pertanyaannya ketimbang membaca text book yang datar-datar saja. Terkadang saya tertawa sendiri jika soal-soal saya identik dengan soal dosen saya kala itu.

Belajarlah dan latihanlah untuk membuat soal sendiri dan semakin banyak soal yang dibuat, maka semakin mengasah otak mahasiswa untuk memprediksi soal-soal yang akan diujikan oleh sang dosen. Sekalian melatih diri untuk menebak secara akurat pikiran dosen dalam pembuatan soal.

Langkah 4+: Prima kesehatan

Sia-sia belaka ke empat langkah di atas jika kesehatan Anda terganggu apalagi kalau harus sakit akibat ulah Anda sendiri yang tidak memelihara kesehatan (health maintanence). Ada 2 hal yang sering mahasiswa enteng-entengkan dalam dirinya, mungkin karena mereka masih merasa muda dan kuat.

Kedua hal tersebut adalah soal perut dan tidur. Mereka umumnya tidak teratur makan dan tidurnyapun tidak teratur setiap malamnya. Kadang begadang dan memaksakan matanya untuk bekerja ekstra keras sampai larut malam. Masalah makanpun kadang nanti gemetaran baru makan. Inilah yang saya sebut langkah 4+: prima kesehatan, jika kesehatan diremehkan maka tinggal menunggu waktu Anda akan jatuh sakit dan tak dapat lagi fokus pada kegiatan perkuliahan.

Aduh, jika sakit telah akrab di tubuh mahasiswa, itu akan menambah lamanya masa studi, menambah beban biaya orang tua dan menambah lambatnya pertumbuhan sumber daya manusia bangsa Indonesia di bidang pendidikan.

Titip pesan:

Tulisan ringan ini saya dedikasikan kepada para mahasiswa di seluruh tanah airku namun saya juga titip pesan kepada Kompasianer agar sudilah kiranya menyampaikan tulisan sederhana ini kepada khalayak anak muda kita yang sedang menuntut ilmu di perguruan tinggi. Saya ucapkan terima kasih atas segala perhatian dan ketulusan Anda sekalian.

salam bahagia 
CATATAN :
Kini BUKU Melawan Hantu Bernama Skrispsi, dapat DIPEROLEH LANGSUNG dengan HANYA Rp 50.000,- (lima puluh ribu rupiah).
Harga sudah termasuk:
  1. ONGKOS KIRIM dari Kantor Surabaya ke SELURUH WILAYAH Indonesia, 
  2. Konnsultasi Gratis Kegalauan Soal Skripsi yang meliputi judul/Topik, penentuan masalah penelitian, variabel penelitian, dan metoda/pendekatan yang digunakan dalam analisis (BUKAN jasa pengolahan data),
  3. Konsultasi dilakukan melalui Chatting  FB http://www.facebook.com/groups/skripsicepat/
Kontak via SMS: 0878 5320 1968

1 komentar:

  1. Ya ampun.... tulisanku masih bisa bermanfaat untuk orang lain... hehehhehe Mbak Ridha....

    BalasHapus