Jumat, 15 April 2011

Seri Memimpin Diri; Perhentian Innocence

Bacalah dengan nama Tuhanmu,____________
"Ujian kepemimpinan: Berbaliklah dan Lihatlah, apakah ada yang mengikuti anda." (John C. Maxwell) 

Dear pembelajar,
Kemarin, saya mendapat sebuah pertanyaan bagus dan inspiratif. “bagaimana jika ada sosok ‘penjilat’ dalam sebuah organisasi?” Pertanyaan itu nyasar pada topic “marketing yourself”. Lalu, saya berjanji akan menuliskan pada seri kepemimpinan diri pada menu Organisasi. 

Menurut saya, soal manusia penjilat lebih pas dibahas dalam manajemen (baca: kepemimpinan diri). Sebab persoalan jilat menjilat adalah persoalan manusia dalam organisasi. Bagaimana mengatasi penjilat, menuntut kita untuk terlebih dahulu belajar memahami diri sendiri. 
Coba kita ingat-ingat kembali kegelisahan-kegelisahan tentang adanya ular dalam organisasi dan lack of loyalty. Semua kasus yang menimpa anda, akan membimbing anda ‘belajar’ menjadi sosok yang sesuai dengan apa yang dikehendakiNya. Semua yang menggelisahkan anda akan membimbing anda menemukan jalan menuju apa yang disebut sebagai “kesejatian tugas”. Apa itu "tugas sejati"

Adalah “memimpin diri” untuk menjadi yang terbaik. Bukankah, tidak akan diciptakan jin dan manusia olehNya, kecuali untuk menyembahNya? Maka diperintahkan kita agar berlomba-lomba berbuat kebaikan, Itu adalah firman Yang Maha Luas. Dan saya, sebagaimana anda, pasti sangat menyukainya.

Dan membahas hidup dengan segenap persoalan kelembagaan/organisasional, saya ingin membagi apa yg Ian gagas. Bagi saya, Ian adalah salah seorang guru kepemimpinan yang mengesankan. Kali ini saya ingin membagi gagasannya kepada anda. Menurutnya, hidup tidak terus menerus berjalan lurus. Ada perhentian-perhentian. Ia menyebutnya sebagai stations. Secara garis besar, ada enam perhentian (stations) dalam perjalanan hidup, yaitu:

1. Innocent Station,
2. Independence Station,
3. Institutional Station,
4. Irritant Station,
5. Insight Station,
6. Integration Station

Kita semua, ya! Anda dan saya pernah mengalami berhenti pada perhentian-perhentian itu dalam ragam siklus kehidupan. Rentang waktu pergerakan dari innocent hingga integration, tidak sama untuk setiap orang. 

Ada yang memerlukan waktu yang sangat lama dan ada yang tidak. Apabila, kita berhasil sampai kepada perhentian Integration, maka (sekali lagi, merujuk pada sharing ilmu Ian), kepemimpinan diri itu dapat dikatakan berhasil. Saya akan membaginya kepada anda, secara bertahap.

1. Perhentian Innocent
Innocent adalah keadaan bersih tanpa (merasa) bersalah atau berdosa. Hampir semua kita mengasosiasikan ini dengan keadaan ketika “bayi” hingga anak-anak balita, maksimal belum baliq. Lihatlah anak kecil. Apapun yang dia lakukan adalah baik. Apapun yang dimakan/dirasakan adalah enak. Di dunia ini, tidak ada yang tidak baik dan tidak enak. Ia bisa mengenal baik buruk, enak dan tidak enak adalah karena campur tangan orang-orang yang berada di luar dirinya.

Ketika bayi, apapun yang disuapkan kepada anda, adalah biasa saja dan semuanya enak. Setelahnya, orang-orang sekitar anda akan mengajari anda bahwa itu manis dan enak, itu pahit dan tidak enak, itu asin dan tidak enak, itu asem dan tidak enak, itu hambar dan tidak enak, maka JANGAN dimakan!, Ini saja yang boleh (dimakan), sebab ini ENAK!

Seorang balita naik ke atas kursi, lalu dia ingin melompat dari sana. Anda yang kebetulan melihatnya, berteriak dan kemudian bertindak sigap menolongnya. Hups! Anda berhasil menangkapnya. Dia tak jadi terjatuh. Anda sudah menyelamatkannya. Maka, dia mengira anda adalah penyelamat. Mungkin dia mengira anda adalah Tuhan. Semua yang dilihat adalah baik. Ia tidak curiga kepada siapapun. Ia pikir semua orang adalah baik dan kapanpun siap sedia menolong dan menyelamatkan dirinya. Maka tak jarang ia berulah sambil tertawa cekikikan, ingin lagi dan lagi melompat dari atas kursi. Dia tahu, anda pasti akan menolongnya.

Sesekali perhatikan tamu anda yang membawa anak kecil ke rumah anda. Maka dia akan mengira/menganggap bahwa rumah anda adalah juga rumahnya. Dia pikir dia boleh membuka kulkas anda sesuka-suka dia, memesan minum dan minta kue semaunya dan bahkan bermain bebas dalam ruang privacy anda. Apa yang terjadi? Orang sekitar akan mengajarinya mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan, mana yang milik dia dan mana yang bukan milik dia. Dan sebagainya.

Nah sekarang, periksalah diri anda, apakah anda sudah bergerak, beranjak meninggalkan perhentian itu? Atau, sebagian sedang berada di sana? Saya tidak tahu. Yang jelas, anda dan saya, pernah berada dalam station ini. Mengira bahwa setiap orang adalah malaikat penolong dan bahkan Tuhan, mengira segala sesuatu adalah baik.  Mari memeriksa, sebelum bergerak menuju pemahaman perhentian berikutnya, yaitu independence station. Apakah itu perhentian independence? Tunggu tulisan berikutnya.
Salam bahagia,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar