Kamis, 24 Maret 2011

Pemimpin Cerdas versus Pemimpin Cerdik

Bacalah dengan nama Tuhanmu,____________
"Begitu anda berhenti belajat, Anda tak lagi memimpin". (John C. Maxwell)

Dear pembelajar,____________
Dalam sebuah pertemuan, ketika kami membahas kepemimpinan, saya meneruskan gagasan beberapa pakar bahwa pemimpin itu seharusnya dan sebaiknya cerdas, minimal dalam tiga hal. Cerdas intektualitasnya, cerdas emosinya dan cerdas spiritualnya. Istilah aslinya Intellectual Quotient, Emotional Quotient dan Spiritual Quotient.

Dalam perjalanan diskusi, salah seorang pemimpin wanita mengangkat tangan dan bertanya "maaf ibu, selain cerdas, saya kira seorang pemimpin itu juga harus cerdik! Menurut saya, cerdik itu penting! lebih penting dari cerdas!"

Nah, lo....
Saya terdiam sejenak, tetapi tetap tersenyum menyukai kelas yang hdup dan selalu semarak. Saya mengaku bahwa saya tidak pernah memikirkan kata cerdik itu akan saya libatkan dalam bahasan kepemimpinan yang saya gagas. Lalu saya kembalikan kepada forum, agar mereka memberitahu saya apa beda cerdik dan cerdas.

Kelas makin riuh, dan seperti biasa, saya tetap menyukai dinamika riuh rendahnya suara mereka saling berpendapat. Suara yang menarik perhatian saya adalah " Kalau cerdik itu Kancil bu...!!!" Mendadak kami semua ikut tertawa.

"Ya! tetapi saya belum membuka kamus untuk menemukan apa sebenarnya definisi cerdik itu." Demikian, saya katakan kepada mereka. Saya tidak mengambil kesimpulan apapun, kecuali berjanji kepada mereka untuk menemukan definisinya. Saya hanya mengatakan kepada mereka bahwa saya belum pernah mendengar kata kecerdikan intektual, kecerdikan emosional dan kecerdikan spiritual. Yang saya sering dengar adalah kecerdasan/intelligence/ quotient. Itu! yang kemudian diramu dan dikembangkan menjadi Universal Quotient.

Kelas berakhir tanpa kesimpulan apakah cerdik itu penting dan harus ataukah cerdas yang lebih penting dan lebih harus.

Sampai rumah, saya coba searching tentang kata cerdik tersebut. Sebab, jujur saja, bahwa ini menjadikan saya penasaran dan seperti biasanya, tergelisahkan.

Saya ketik kata CERDAS, di kamus saya, yang keluar adalah kata smart, clever, intelligent. Kemudian saya ketik kata CERDIK, yang keluar juga smart, clever dan intelligent. Lalu saya ketik kata CERDIK CENDEKIA, yang keluar adalah well educated. Sehingga saya sempat dibuat merenung-renung soal ini. Apa ya... yang dapat saya sampaikan kepada mereka soal ini?
Dan...

Hei! Ya! Saya ingat dengan binatang itu. "Cerdik", kata ini selalu dihubungkan dengan dongeng si Kancil. Seekor binatang, yang berhasil "mengadali" seekor anjing dan ratusan buaya. Kancil yang tertangkap karena mencuri ketimun, dimasukkan ke dalam kurungan oleh petani. Petani bermaksud menyembelihnya. Demi menyelelamatkan dirinya, kancil menipu sang anjing. Ketika anjing bertanya mengapa ia dikurung, Kancil bilang esok ia akan dikawinkan dengan anak petani. Lha, yang namanya anjing tergiur, ingin pula dijadikan menantu. jadilah mereka bertukar posisi. Kancil keluar kurungan dan anjing masuk dalam kurungan. Kancil selamat.

Tidak cukup sampai di sana. Ketika ia ingin lari sejauh-jauhnya agar tak ditangkap oleh petani, sampailah ia pada sebuah sungai yang lebar dan luas. Ia tak mampu berenang ke seberang. Muncullah seekor buaya. Muncul pula kecerdikannya. Ia bilang pada buaya, agar mau berbaris berderet-deret, supaya mudah dihitung dan akhirnya daging hadiah itu dapat cukup untuk dibagikan kepada mereka. Sebab untuk mengetahui jumlah daging yang dibutuhkan, harus diketahui jumlah buaya yang ada. Berbarislah seluruh buaya yang ada dan kancil melompat sambil menghitung. Sampailah ia ke seberang dengans selamat dan daging itu tak pernah ada bagi buaya. Itu hanyalah tipu daya kancil saja.

Akhirnya, masih terngiang jelas di telinga saya. Teriakan salah satu peserta diskusi ketika saya bertanya makna cerdik. Ia berteriak " Kalau cerdik itu... Kancil bu...!!!"

Saya dan barangkali anda juga selalu mengasosiasikan kata cerdik ini dengan dongeng Si Kancil. Lihatlah apa yang dilakukan Kancil. Kancil berusaha menyelamatkan diri dari hukuman petani. Ia mencuri, tapi tidak mau dihukum. Ia mengakali yang lain untuk membebaskan diri dari hukuman. Apakah ini layak ditiru? Anda yang dapat menjawabnya.

Kata kita, Cerdik dan Cerdas itu beda, tidak bisa dijelaskan bedanya dengan kata-kata, tetapi bisa dibedakan melalui rasa.

Anda dapat merasakan bahwa cerdas beda dengan cerdik, bukan? Nah, apa bedanya? Bisakah anda menjelaskan dengan kata-kata? Tentu saja cerdik yang saya maksud adalah minus CENDEKIA.

Dan itulah hebatnya kita. Punya banyak kosa (rasa) kata, yang tak dapat dirasakan orang lain. Buktinya, baik cerdas maupun CERDIK, oleh orang SANA, dianggap dan dimaknai sama, dan diterjemahkan sebagai SMART, CLEVER AND INTELLIGENCE.

Jadi? Silahkan saja anda suka yang mana. Selamat berkreasi! Salam sukses dan bahagia.

CATATAN :
Kini BUKU Melawan Hantu Bernama Skrispsi, dapat DIPEROLEH LANGSUNG dengan HANYA Rp 50.000,- (lima puluh ribu rupiah).
Harga sudah termasuk:
  1. ONGKOS KIRIM dari Kantor Surabaya ke SELURUH WILAYAH Indonesia, 
  2. Konnsultasi Gratis Kegalauan Soal Skripsi yang meliputi judul/Topik, penentuan masalah penelitian, variabel penelitian, dan metoda/pendekatan yang digunakan dalam analisis (BUKAN jasa pengolahan data),
  3. Konsultasi dilakukan melalui Chatting  FB http://www.facebook.com/groups/skripsicepat/
Kontak via SMS: 0878 5320 1968

8 komentar:

  1. pendapat saya
    cerdas berarti smart, sebagaimana umumnya orang smart. yang mampu mencari pemecahan masalah baik dg pertimbangan logis maupun hati.
    kalo cerdik, lebih cenderung ke pintar mencari sela, mencari celah utk kepentingannya. meski terkadang cerdik beti (beda tipis) dengan licik. semoga tidak ada judgement bahwa setiap orang cerdik akan licik. karena tidak semua kepentingannya berakibat buruk untuk orang lain.

    BalasHapus
  2. Hai Ran !

    he..he...tetep beda kan? padahal kamus English bilang cerdik ya cerdas, cerdas ya cerdik, cerdik dan cerdas itu sama.

    masih kaya_an kita ya kosa katanya (kosa rasanya???)

    Okeylah, yang penting jangan licik aja...jangan jadi cheater aja...dan lebih amannya sih cerdik cendekia (well educated), karena anda sendiri mengatakan cerdik beti dengan licik.

    BalasHapus
  3. Permisi bu,numpang menulis pendapat
    Cerdas.. sempurna perkembangan akal budinya (untuk berpikir/daya tangkap berpikir, mengerti,memahami,menelaah,bs menyimpulkan/menyelesaikan sesuatu yang menurut orang lain sukar, dsb) serta tajam pikiran
    Cerdik... Saya baca di sebuah blok seorang pengajar ... menyimpulkan cerdik adalah kemampuan mengambil keputusan untuk memecahkan masalah (yang berhubungan dengan orang lain) yang mendatangkan keuntungan baik untuk diri sendiri maupun untuk kelompok.Saya sependapat dengan beliau.
    " Referensi : http://jalius12.wordpress.com/2010/04/12/pengertian-cerdik/ "
    Terima kasih

    BalasHapus
  4. Ya, Ajenk, prinsip sama. Seperti pendapat Misbah, cerdik posistif (elok) boleh. Seperti juga komment saya untuk Rani,saya bilang, cerdik boleh asal jangan licik.

    Pasalnya, kamu merujuk artikel yang tidak sekaligus berbicara tentang cerdas, sehingga disana kita tidak tahu apa pendapat Jalius tentang beda cerdas dan cerdik.

    Ia hanya bicara tentang cerdik yg boleh jadi definisinya tumpang tindih dengan cerdas. Sebab, orang cerdas juga selalu punya solusi lho...

    BalasHapus
  5. cerdas is smart, clever, and diligent. How about cerdik? cerdik is someone who is always able to solve problems with the wise and prudent for the wider interests despite sometimes having to sacrifice other people. Is ok?

    BalasHapus
  6. cerdik itu pandai dan banyak akal (Ingenious, resourceful) - terjemahan google

    BalasHapus
  7. Aduh..aduh!! cerdik dan cerdas bikin pusing ya? gini aja deh..kita tdk usah mencari pada kamus bhs inggris. tapi ke bahasa Belanda cerdas=smart tapi kalau cerdik=knap sedangkan bahasa Latin_cerdas=captiosus dan cerdik=igneniosi. Bagaimanapun ada beberapa bangsa yang membedakan kata cerdas dan cerdik lebih cerdas lagi apabila kita membedakannya dengan rasa seperti yang disebutkan teman kita di atas tadi. Intinya adalah CERDAS dan CERDIK itu sebetulnya sama. Sama-sama berarti kemampuan untuk menyelesaikan masalah.Tapi kalau CERDAS itu bermain bersih sedang Cerdik bermain licik. Itu menurut saya. Jadi saya akan pilih CERDAS saja. OKE??

    BalasHapus
  8. Pintar = Clever, Cerdas = Genius/Jenius, Cerdik = Smart, Licik = Tricky......begitu kosarasa sy.

    BalasHapus