Minggu, 27 Februari 2011

Prinsip-prinsip Organisasi....

Bacalah dengan nama Tuhanmu,______________
“Begitu Anda berhenti belajar, maka Anda tidak lagi memimpin”. (Rick Warren)

Dear pembelajar,_____________
Seorang pengunjung memberikan masukan kepada saya agar juga (sedikit) menulis tentang prinsip-prinsip organisasi. Lantas, saya jadi berfikir tentang apa itu prinsip. 

Perasaan, dalam tulisan sebelumnya, saya telah menuliskannya dengan kata lain, yaitu ciri-ciri organisasi. Ah..., (seperti biasanya) saya akhirnya jadi digelisahkan oleh dua kata ini. Ciri dan prinsip.  Saya harus menemukan apakah ciri dan apakah prinsip. Jangan-jangan mereka memang berbeda.

Kalau ciri, saya tahu. Ciri adalah karakter. Ciri organisasi adalah karakter yang merupakan kualifikasi (persyaratan), apakah sesuatu itu boleh dinamakan sebuah organisasi atau tidak. Tetapi, prinsip. Apakah yang dimaksud dengan prinsip organisasi?

Demi kita semua, akhirnya, saya buka kamus. Dan, saya menemukan tiga makna pilihan di sana. Saya temukan makna dari kata “principal”, kata asli dari prinsip. Principal adalah kata sifat (adjective) yang berarti: pokok, utama, dan terpenting.

Jadi translasi bebas dari saya, bahwa prinsip-prinsip organisasi adalah “(hal-hal) pokok dari organisasi, (hal-hal) yang utama dari organisasi atau (hal-hal) yang terpenting dalam organisasi.” Apakah itu?

Para teoritikus (theoretician, maksud saya), malah menyebutnya sebagai prinsip-prinsip STRUKTUR organisasi, BUKAN prinsip organisasi. Dan, inilah kata mereka! Prinsip-prinsip (struktur) organisasi itu adalah:
  1. bahwa Organisasi Harus Mempunyai Tujuan yang Jelas,
  2. bahwa harus ada hirarki,
  3. bahwa harus ada kesatuan perintah,
  4. bahwa harus ada delegasi wewenang,
  5. bahwa harus ada tanggung jawab,
  6. bahwa harus ada pembagian pekerjaan,
  7. bahwa harus ada rentang kendali,
  8. bahwa harus ada prinsip fungsional,
  9. bahwa harus ada prinsip pemisahan,
  10. bahwa harus ada prinsip keseimbangan,
  11. bahwa harus ada prisip fleksibilitas,
  12. bahwa harus ada komunikasi dan komite.
Anda dan saya tentu saja sangat menghargai pendapat mereka. Bukankah mereka telah banyak berkontribusi menginspirasi kita semua? Tetapi apa yang paling penting dari kata harus harus harus itu?

Ya! Kepemimpinan! Kepemimpinan yang tidak berhasil, membawa sebuah organisasi menjadi HARUS gulung tikar, pelan, tapi pasti. 

Periksa soal organisasi yang sakhratul maut, di sini! Sebelum saya berbagi soal kepemimpinan ( versi lain). Kepemimpinan yang tidak diajarkan oleh dosen Anda, di kelas-kelas yang anda ikuti, hanya karena salah satu dari dua alasan berikut. Antara 'tidak punya waktu' dan ‘patuh pada kurikulum’.

Salam bahagia!
CATATAN :
Kini BUKU Melawan Hantu Bernama Skrispsi, dapat DIPEROLEH LANGSUNG dengan HANYA Rp 50.000,- (lima puluh ribu rupiah).
Harga sudah termasuk:
  1. ONGKOS KIRIM dari Kantor Surabaya ke SELURUH WILAYAH Indonesia, 
  2. Konnsultasi Gratis Kegalauan Soal Skripsi yang meliputi judul/Topik, penentuan masalah penelitian, variabel penelitian, dan metoda/pendekatan yang digunakan dalam analisis (BUKAN jasa pengolahan data),
  3. Konsultasi dilakukan melalui Chatting  FB http://www.facebook.com/groups/skripsicepat/
Kontak via SMS: 0878 5320 1968

3 komentar:

  1. Setuju bu..
    Pertanyaan saya,Lantas apa yang bisa kita perbuat terhadap sistem kepemimpinan yang alot dan kurang welcome dengan pendapat orang dibawahnya???? Sedangkan kita mencari nafkah disitu???
    Ditinggalkan lalu cari yang lain kah???? Kalau bertemu lagi dengan organisasi seperti itu apa iya terus pergi dan cari yang lebih baik lagi??? Tapi sampai kapan ya,bu?
    Mungkin ada solusi yang jauh lebih baik... Terima Kasih...

    BalasHapus
  2. Ajenk :

    jangan emosional he..he...,

    ok, saya udah tayang, " Formula kepemimpinan "

    please, visit ya !!!makasih.

    BalasHapus
  3. Wah, tulisannya terkesan emosi ya bu... :)
    Maaf kalau begitu,bu

    Padahal sebenarnya engga loh,bu :)
    Malahan saya lagi bingung..

    Kebetulan yang saya tanyakan itu dialamai oleh beberapa rekan yang berkeluh pada saya,dan saya belum bisa memberi saran. Sementara ini saya hanya bisa membantu dengan senyum dan bilang "Sabar ya,teman.Insyaallah pasti ada jalan yang lebih baik... " hehehehe

    Terima kasih juga bu....

    BalasHapus