Selasa, 01 Maret 2011

Formula Kepemimpinan

Bacalah dengan nama Tuhanmu,_______________
“Saya tidak tahu kunci sukses, tetapi kunci kegagalan adalah berusaha menyenangkan semua orang”. (Bill Cosby)

Dear pembelajar,____________
Dalam sebuah kesempatan diskusi, para mahasiswa yang sekaligus guru saya itu, berhasil mengidentifikasi 53 karakter pemimpin. Jika ragam karakter itu menjawab pertanyaan APA (syarat menjadi seorang pemimpin), kemudian, setiap orang adalah pemimpin, menjawab pertanyaan mengapa seseorang cenderung ingin memimpin, maka yang akan saya bagi sekarang ini ,adalah soal bagaimana seorang spiritual leader memimpin orang-orangnya.
Kata orang, tak mudah menjadi pemimpin. Itulah sebabnya, banyak pemimpin gagal, atau merasa gagal memimpin. Hanya karena tidak melihat pentingnya nilai-nilai spiritualitas menyertai kepemimpinannya. 

Bagaimana dengan anda? Apakah hari ini anda sedang dipercaya memimpin? Atau baru mulai menapak tangga kepemimpinan? Tidak perlu khawatir! Sebab, ada formulanya! Formula kepemimpinan? Ya! Dan saya pikir ini amat penting untuk saya share. Terutama yang sedang digelisahkan oleh pertanyaan “bagaimana harus memimpin orang-orang anda”. 30/30/20/20. Itulah rumusnya. Mau tahu?
Formula itu, bukan saya yang bikin, tetapi guru saya yang lain. Namanya, Ian Percy. Itu disampaikannya melalui Going Deep. Apa itu Going Deep? Ia adalah sebuah judul buku yang mengajarkan ilmu kepemimpinan. Salah satu chapternya membahas spiritual leadership.

Semula saya berfikir ia (sang buku) tidak menarik. Sebab, saya sempat dibuat bingung. Namun aneh, semakin saya bingung dan berusaha ingin melupakannya, semakin kuat keinginan untuk tahu apa isi yang ada di dalamnya. 

Saya penasaran dalam kurun waktu yang lama. Saya sempat men¬judge, betapa bodohnya saya, sebab setiap membacanya, saya tak mengerti apa yang dibicarakan. Hingga suatu ketika, pagi yang hening, berhasil menggerakkan tangan saya untuk mengeluarkannya dari rak buku saya. 

Dan saya bersyukur, ternyata isinya sangat menakjubkan. Rupanya hanya diperlukan waktu, kesediaan berkompromi dan keheningan, untuk dapat memahami isinya. Ok! Kita mulai saja! Mulai belajar formula kepemimpinan 30/30/20/20.

30% pertama adalah brain trust
Brain trust adalah mempercayai kemampuan otak anda. Artinya, anda bersedia menggunakannya untuk kegiatan berfikir. Siapa yang akan mempercayai kinerja otak anda selain anda sendiri? Siapa yang bersedia memberi kesempatan kepada otak anda untuk berfikir selain dari anda sendiri mau kompromi dengannya? 

Spiritual leader, menghabiskan 30% dari waktunya untuk berfikir. Jadi jika seminggu jam kerja anda adalah 50 jam, maka 15 jamnya, atau rata-rata 3 jam per hari, digunakan untuk kegiatan berfikir. Ya! Hanya berfikir. Tidak melakukan tindakan apa-apa dan tidak memperbaiki apa-apa , kecuali hanya berfikir saja! 

Mungkin anda dapati situasi ironis dalam kantor anda sekarang. Makin banyak senior anda yang ketika mempunyai lebih banyak lagi tanggung jawab, justru lebih sedikit punya waktu untuk berfikir. Padahal, berfikir itu membiarkan kemampuan intuitif anda berkembang. Berfikir menjadi bagian aktif dari serangkaian keahlian kepemimpinan anda.

Sekarang mungkin anda protes. Anda mengatakan dalam hati bahwa sebagai pemimpin, anda harusnya mengetahui, BUKAN hanya melakukan refleksi/berfikir. Betul! Tetapi , Anda tak perlu berhenti mengetahui, sementara anda berfikir

Berfikir itu menjembatani apa yang anda ketahui sekarang dengan masa depan organisasi anda (dan anda tentu saja!). Sekali lagi! Berfikir itu MENJEMBATANI organisasi dengan masa yang akan datang.

Membaca adalah salah satu yang termasuk kegiatan berfikir. Perluas rentang pengetahuan anda dengan tidak terlalu membatasi buku-buku bacaan anda. Sesekali diperlukan keluar dari zona nyaman intelektualitas anda. 

Contoh ekstrim dari kegiatan berfikir adalah berani menyeberang sejenak mendalami al kitab agama lain dan mengetahui isinya. Jangan ragu membaca buku-buku yang menggelisahkan atau bahkan membosankan. Muhammad SAW, Kristus, Gandhi, Dalai Lama, Konfusius, adalah salah sekian contoh dari sejumlah bacaan yang dapat membantu untuk melatih kepekaan kemampuan dalam berfikir.

Menonton film/bioskop, merupakan kegiatan berfikir. Melakukan riset atas diri sendiri (tidak melulu membaca hasil riset orang lain yang juga tentang orang lain), juga merupakan contoh kegiatan berfikir. Ini akan mengubah cara berfikir. Pikirkan bagaimana situasi yang serba chaos/kacau, didesain untuk menjadi ide-ide bisnis baru.

Banyak pemimpin yang menganggap bahwa waktu mereka terlalu berharga jika dihabiskan hanya untuk kegiatan berfikir. Mereka lebih menyukai  bertindak dan lebih cepat bertindak. Tetapi yang sedang kita bahas adalah spiritual leader

Pemimpin (yang) spiritual? 
Jadi, apa bedanya ‘pemimpin’ saja dengan pemimpin (yang) spiritual? 
Pemimpin (saja), ketika dia pergi ke rumah ibadah, ia masih memikirkan pergi memancing, pergi belanja, pergi kemana-mana. Sementara pemimpin spiritual, ia pergi memancing dan berfikir akan Tuhan. Apapun aktivitasnya, Tuhan ada dalam pikirannya. Kira-kira mana yang dilihat Tuhan sebagai pemujaan yang paling asli? Itu hanyalah kiasan (jika kita tak suka menyebutnya sebagai sebuah analog/perumpamaan). Begitulah Ian menyampaikan pemikirannya tentang beda spiritual leader dengan pemimpin biasa.

Spiritual leader, memerlukan dan sangat mementingkan kemampuan intuitif. Dan itu dapat dilatih melalui kegiatan berfikir. Berfikir itu mengembangkan fikiran dan pemikiran menjadi lebih terbuka, aktif, kreatif dan berkembang secara berkesinambungan. Spiritual leader, mempunyai ciri itu, yakni mempunyai fikiran yang terbuka, aktif, kreatif dan berkesinambungan.

30% kedua apa? Tunggu tulisan berikutnya, karena ini sudah lebih dari 500 kata, he..he..
Salam bahagia!

5 komentar:

  1. wow... tulisan yang sangat menarik, bu.
    tidak sabar menunggu lanjutannya..

    BalasHapus
  2. @ vitria,

    udah genap tuh Vit, 30/30/20/20 nya...

    BalasHapus
  3. selamat malam bu guru...

    Salam kenal...
    nama saya Zuma,

    tolong berikan penjelasan mengenai quote di atas...
    “Saya tidak tahu kunci sukses, tetapi kunci kegagalan adalah berusaha menyenangkan semua orang”. (Bill Cosby)

    Terima kasih..
    :)

    BalasHapus
  4. selamat malam bu guru...

    Salam kenal...
    nama saya Zuma,

    tolong berikan penjelasan mengenai quote di atas...
    “Saya tidak tahu kunci sukses, tetapi kunci kegagalan adalah berusaha menyenangkan semua orang”. (Bill Cosby)

    Terima kasih..
    :)

    BalasHapus
  5. “Saya tidak tahu kunci sukses, tetapi kunci kegagalan adalah berusaha menyenangkan semua orang”. (Bill Cosby)

    Hallo Zuma,
    Quote itu dan semua quote yg saya sertakan adalah pilihan-pilihan/alternatif mengatasi persoalan.
    tidak semuanya cocok untuk semua kasus.

    Ketika saya merasa berduka hanya karena ada orang yang tidak terbahagiakan oleh keputusan saya, maka itu bisa saya ambil untuk penguatan/penghiburan. juga ada quote lain berbunyi:
    "1/5 yang hadir selalu menentang gagasan anda", jadi dalam setiap forum saya anggarkan untuk itu. supaya tak kecewa.

    begitu Zuma. thanks dan salam bahagia

    BalasHapus