Rabu, 19 Januari 2011

Organisasi, antara Teori dan Praktik

Bacalah dengan nama Tuhanmu,__________
"Bila waktu tlah memanggil, teman sejati hanyalah amal". (Opick)

Dear pembelajar,______
“Kenapa organisasi dalam teori dan kenyataan di perusahaanku kok beda ya? Apa itu kesalahan dr perilaku organisasi!!!!”
Itu adalah sebuah kalimat yang merupakan up date status dari seorang kawan di face book nya beberapa menit yang lalu. Tulisan aslinya begini: “knp organisasi dlm teori n knyataan d perusahaanq kok beda ya? Apa itu ksalahan dr prilaku organisasi!!!!” Saya menghitung ada 4 tanda seru. Tanda seru yang banyak ini, mengindikasikan kegundahannya terhadap fakta praktik dalam organisasi, tempat dia bekerja.
Saya hanya sedikit saja mengeditnya. Bukan bermaksud apa-apa, tetapi lebih karena alasan standar tulis menulis di blog ini. Saya memberi komen, “sabar”. Seorang kawan lain (seebut saja B), berpendapat bahwa bukan organisasinya yang salah tetapi SDMnya. Seorang lagi (sebut saja C), menyarankan agar tidak perlu mengeluh dan agar menikmati saja semuanya.

Yang membahagiakan saya adalah, bahwa tulisan dan komen yang saling berbalas itu mengindikasikan adanya sebuah kerinduan akan adanya organisasi yang sehat. Organisasi yang sehat adalah organisasi yang secara praktek senantiasa mampu memberikan kebahagiaan kepada orang-orang yang terlibat di dalamnya. Sayangnya, di dunia ini, hal yang demikian, sangat-sangat langka.

Apa itu kesalahan perilaku organisasi? Tepatnya memang seperti itu. Sebab, definisi perilaku organisasi adalah perilaku orang-orang dalam organisasi, baik itu perilaku individu maupun kelompok.

Kawan yang kedua (B) mengatakan, “bukan organisasinya yang salah tetapi manusia (SDM)nya”. Rupanya ada yang lepas dari pengamatan si B ya? Bukankah pertanyaan si peng_up date status adalah, “apakah ini kesalahan dari perilaku organisasinya? Apa yang lepas dari pengamatan kawan B ya? 

Ya! Kata “perilaku”. Si peng_up date status, menulis dua kata, yaitu “perilaku organisasi” BUKAN SEKEDAR “organisasi”. tetapi yang perlu digaris bawahi, bukan berarti pendapat B ini salah. Dua-duanya benar. B menyebutnya sebagai kesalahan SDM, sedang peng_up date status, menyebutnya sebagai “kesalahan perilaku organisasi”. 

Kesalahan perilaku organisasi bermakna bahwa ada ketidakberesan perilaku organisasi. Perilaku organisasi merupakan penjumlahan dari perilaku individu dan perilaku kelompok ditambah faktor psikologis. Individu dan kelompok itu, yang dimaksudkan adalah juga MANUSIA. Manusia itu oleh organisasi dikenal dengan SDM. Jadi, bagaimana? Maksudnya sama, bukan? 

Lalu kenapa teori berbeda dengan praktek? “Karena manusianya tidak cukup punya kemampuan mempraktekkan teori, yang pada umumnya, ideal”, demikian argumen sang teoritikus.

Dalam dunia nyata, terjadi saling tuding menuding. Para “teoritikus” sering mengecam praktisi sebagai tidak becus dan atau “salah”, dan sebaliknya, para “teoritikus” pun kerap dituduh sebagai OMDO (Omong doank), tidak mampu berpraktek.

Padahal, sesungguhnya teori itu berasal dari mana? Yang namanya teori itu, sebenarnya juga berangkat dari praktik-praktik yang diamati secara empiris atau historikal, lalu digeneralisasi/ditarik kesimpulan, sehingga jadilah teori.

Nah, tidak dapat disangkal! Apa yang kita lihat sebagai teori sekarang ini, jelas merupakan generalisasi (penyimpulan) dari hasil pengamatan-pengamatan masa lalu (empiris tadi lho!). Pengamatan (baca: riset) dilakukan pada kasus-kasus masa lalu, lalu ditarik kesimpulan menjadi sebuah teori. Kemudian, teori itu ditulis dalam sebuah buku. buku itu sampainya ke tangan kita baru berapa tahun berikutnya, yaitu akhir-akhir ini, hari ini atau sekarang!

Makanya, tidak salah jika peng_up date status fb itu mengatakan ada perbedaan antara teori (yang dibacanya/didapat dari dosennya kali ya..? he..he) dan praktik.

Jadi bagaimana?

Ya tidak bagaimana-bagaimana. Memang tidak harus, perusahaan/organisasi anda mengadopsi cara-cara/teori lama. Kita sangat dibolehkan untuk menemukan teori baru, yang itu merupakan representasi dari kasus yang kita alami secara praktik. Sama sekali tidak dilarang. So, tidak perlu gundah jika anda merasakan bahwa ada senjang antara teori dan praktik. Cari cara penyelesaian yang baik, lalu tulis teori baru sebagai penyangkalan atau penyempurnaan teori lama. Mudah kan? Just take it easy! Go ahead!

Salam,
CATATAN :
Kini BUKU Melawan Hantu Bernama Skrispsi, dapat DIPEROLEH LANGSUNG dengan HANYA Rp 50.000,- (lima puluh ribu rupiah).
Harga sudah termasuk:
  1. ONGKOS KIRIM dari Kantor Surabaya ke SELURUH WILAYAH Indonesia, 
  2. Konnsultasi Gratis Kegalauan Soal Skripsi yang meliputi judul/Topik, penentuan masalah penelitian, variabel penelitian, dan metoda/pendekatan yang digunakan dalam analisis (BUKAN jasa pengolahan data),
  3. Konsultasi dilakukan melalui Chatting  FB http://www.facebook.com/groups/skripsicepat/
Kontak via SMS: 0878 5320 1968

2 komentar:

  1. makasi ya bu aridha,di sini saya lebih jelas dengan penjelasan ibu.walaupun saya tdak berani bertanya di kelas,takutnya jam mata kuliahnya habis.heeeeeeehee.dan saya masih belum punya cara penyelesaian yang baik karna itu sangat susah banget.
    TODAY I HAVE UNDERSTOOD.THANKS (MASLIKHA)

    BalasHapus
  2. it's ok, Lika. Bisa tanya apa aja lewat prassetyaaridha@ymail.com

    memang ada beberapa kawan yang tdak sempat tanya di kelas, dan mereka biasa diskusi by email atau chat lwt fb/YM.

    So, silahkan saja, saya akan berusaha menjadi kawan anda.

    salam,

    BalasHapus