Kamis, 09 Desember 2010

Marketing Mix atau Bauran Pemasaran


“Pemalas mengira sukses yang diperoleh pekerja keras adalah hoki”. (anonim)

Dear pembelajar,________
Marketing mix. Istilah ini sangat akrab bagi siapa saja yang pernah belajar dan pernah diajarkan kepadanya tentang pemasaran dan manajemen pemasaran. Dalam bahasa Indonesia, marketing mix diterjemahkan sebagai ‘bauran pemasaran’. Lalu sebenarnya, ada berapa sih marketing mix atau bauran pemasaran itu? Empat atau tujuh ya?
Barangkali saya dianggap kuno atau tidak mengikuti perkembangan jaman, ketika saya tetap berpendirian bahwa secara prinsip marketing mix terdiri dari empat unsur, yaitu product, price, promotion dan place. Sementara diluar sana sudah banyak P P yang lain, ada people, ada process dan ada physical evidence. Jadi total ada tujuh P, katanya.

Kuno tidak masalah yang penting tidak berusaha membingungkan orang..he..he, komentar saya atas tujuh P, sebelas P, maupun enam belas P (jika ada), adalah “Namanya saja orang pemasaran, ia selalu melihat celah atau pun peluang. Bahkan gagasan pun dapat dimodifikasi, guna mendapatkan predikat “baru” atau “inovative”. Ini rahasia pemasaran. Ganti pembungkus saja sudah boleh bilang ‘baru’ kepada pelanggan kok. Bukankah people sudah termasuk dalam bahasan promotion (personal selling and publicity), lalu process akan termasuk dalam bahasan product, dan demikian pula dengan physical evidence (bukti fisik).

Bagi saya, tetap tidak masalah anda menyukai pendapat yang mana. Tujuan saya hanya berbagi tentang pengertian marketing mix itu sendiri.
Apakah marketing mix itu? Marketing mix adalah alat yang digunakan oleh perusahaan untuk mempengaruhi keputusan pembelian calon pelanggan atau pelanggannya. Targetnya, mereka memutuskan untuk membeli produk yang ditawarkan.

Keputusan pembelian anda sangat dipengaruhi oleh keempat bauran pemasaran yang diterapkan oleh perusahaan/pemasar. Ya memang tidak secara serentak keempat faktor ini mempengaruhi anda, bisa jadi anda memutuskan untuk membeli gara-gara tertarik dengan promosinya, bukan produknya. Begitu anda mengkonsumsi produk itu lalu ada sesuatu yang mengecewakan anda, lantas bagaimana tanggung jawab pemasaran?

Itulah pentingnya 4P (four P’s). Produk harus memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan dan bahkan, jika mampu, melampauai kepuasan pelanggan. Oleh karenanya marketing mix menjadi sangat esensial dalam hal ini.
Dalam rangka memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen, perusahaan/pemasar harus menerapkan strategi produk yang tepat, strategi penetapan harga yang tepat, strategi promosi yang tepat dan strategi penempatan (baca:distribusi) yang tepat.

Jadi, membuat produk itu harus sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen, menetapkan harga juga sesuai dengan keinginan konsumen, menjalanakan strategi promosi yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen, serta mendistribusikan juga harus sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen.

Siapakah konsumen yang dimaksud? Yaitu, konsumen yang dijadikan target market atau sasarannya. Untuk siapa kita membuat suatu produk? Ini akan dijawab oleh pemasar melalui strategi produk (bentuk, model, warna, merek, logo, kemasan, khasiat, kwalitas dll). Berapa potensi daya beli mereka? Ini akan dijawab oleh pemasar dengan strategi harga (tinggi, sedang ataukah rendah). Mereka ingin didekati dengan cara yang bagaimana? Oleh pemasar pertanyaan ini akan dijawab dengan strategi promosi (iklan TV, radio, surat kabar, telemarketing, baliho, internet, hadiah, diskon, dll) dan distribusi (eksklusif, intensif ataukah selektif, di mall, di pasar tradisional, di supermarkett, di mini market, dll).

Pada umumnya produk diciptakan karena seseorang (yang dalam hal ini adalah pemasar) menangkap adanya sebuah kebutuhan. Ada kebutuhan dari segmen tertentu yang belum dipenuhi oleh produk yang sudah ada. Jika telah ditentukan segmen yang mana yang akan dijadikan target market, maka empat P nya tinggal disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan target market tersebut. Itulah hubungan marketing mix dengan pemasaran. Marketing mix adalah alat dalam pemasaran, untuk menciptakan penjualan yang terus menerus, yang tentu saja diharapkan dapat menciptakan keuntungan bagi perusahaan/pemasar.
Nah,  bagaimana? 

salam,
aridha prassetya

12 komentar:

  1. Untuk produk produk tertentu, pemasaran tidak selalu terikat pada konsep marketing mix dengan 4Pnya atau 7P atau 11P atau berapapun (kok P nya dipaksakan ya....hahaha)Yang menonjol pada produk tertentu justru pada Ambasador dan Brand nya, bukan karena product, price, promotion dan place, walaupun kalau mau dihubung hubungkan (dipaksain) ya larinya kesitu juga.... Contoh produk dimaksud misalnya farfum, busana bermerek artis, kaos bola dan lain lain yang mengusung nama orang. Atau ada juga produk yang harganya memang standard dan tanpa perlu dipromosikan, jadi tidak membutuhkan bauran pemasaran, misalnya emas. (Cuma dah lupa nama bukunya apa.. kutipannya ya kira kira gitu...)

    BalasHapus
  2. Dearest anonimus,he..he..

    Itulah bukti bahwa manusia itu penuh 'kreativitas'. Rinso aja, ditambahkan kata "baru", sudah jadi produk baru (bagi konsumen), apalagi ide/gagasan.

    Dalam sebuah produk buku/gagasan, Brand bisa saja disangkal bukan sebagai bagian dari 4P, meskipun anda akui sendiri bisa dihubung-hubungkan (toh?). dan meskipun memang merk/brand/kemasan/patent adalah termasuk dalam bahasan strategi produk.

    Bahkan penemu 4P sendiri, bisa saja "menganggap usang" gagasannya lalu kemudian mengembangkannya menjadi 7P, 11P dan orang lain lagi, bilang dan mengenalkan "brand" sebagai BUKAN termasuk dalam kajian P product.

    Lalu mereka bikin buku dengan judul revolusi marketing mix.
    Lalu mempromosikan kepada konsumen/target (saya dan anda),bahwa hal itu sebagai "hal yang baru" dari marketing mix.(hanya karena sudah jenuh dengan huruf P, lalu memaksa diri keluar dari jeratan sang P dan memasukkan huruf lain yaitu B).

    Lalu anda dan saya sebagai konsumen (sebagaimana kebanyakan konsumen lain), membeli bukunya, membacanya,dan mengiyakan bahwa itu memang betul-betul revolusi, manggut-manggut bahwa itu betul-betul gagasan baru.

    Saya yakin bahwa itu (buku yang anda lupakan judulnya) digagas oleh orang pemasaran, karena apa? karena ilmunya memang begitu, kerjaannya pemasar memang "mempengaruhi konsumen", melakukan persuasi agar target membeli produknya. Dalam hal ini produknya adalah gagasan. Yaitu gagasan ("baru"), yang bilang bahwa brand tidak termasuk marketing mix..

    Anda sendiri bilang bahwa ujung-ujungnya larinya kesana juga, he..he, nah itu tahu...

    Didunia ini begitu banyak orang yang menjual kompleksitas.Yang sudah jelas, diputer-puter dibikin rumit, supaya di mata konsumen kelihatannya (terkesan) baru, lantas ujung-ujungnya kesana juga.Dan kita sebagai konsumen, memang lebih suka "dikocak" oleh para pemasar, sebab mereka mempengaruhi psikis konsumen, supaya bilang "ho'o", supaya minat untuk membeli dan pada akhirnya membeli sungguhan.

    Saya senang anda tertarik dan gemas membaca tulisan saya (yang kuno, he..he). saya memang mempelajari ilmu pemasaran, tetapi jauh lebih tertarik mendalami perilaku konsumen. Itulah sebabnya saya berani katakan bahwa anda "kena", dikerjain orang pemasaran. Seiring dengan itu saya salut anda suka membaca. Tidak ada kesewenangan dalam keilmuan.

    Bagi saya, saya tak kenal "anda salah dan saya benar". Anda benar, anda punya argumen dan anda punya sumber yang anda anut/rujuk. Hebat.

    Terima kasih, komment anda menambah ilustrasi/contoh baru nanti ketika saya tulis artikel tentang produk...he..he,

    selamat tahun baru, semangat baru, hati-hati dengan produk yang oleh pemasar selalu dibilang baru.

    Eh tapi kalau anda pemasar, memang harus begitu, harus inovatif (lalu bilang bahwa itu produk baru he..he).
    Tetapinya lagi..., jika posisi anda adalah konsumen, pasti anda tahulah tak tik orang pasar.So be careful dengan para penjual kompleksitas.

    BalasHapus
  3. dear
    all

    waaah...jadi pengen ikutan, hehe
    4P menurut nukeu adalah dasar, Brand juga adalah suatu hasil dari sebuah "proses" yang berkaitan dengn 4P itu sendiri...

    contohnya adalah promosi (salah satu dari 4P), Brand lahir setelah seorang pembuat produk mempromosikan produknya kepada khalayak..

    ya..menurut nukeu mempelajari beberapa tambahan "P" lainnya, ataupun berubah huruf menjadi bukan "P" lagi, ada B, atau A -Z pun, apapun itu,
    belajar adalah belajar, bukankah lebih banyak refrensi itu lebih baik ?, lebih kaya ?, lebih banyak mengenal berbagai persepsi?, yang akhirnya dapat membuat kita penuh, penuh akan "tahu", "tahu" yang dapat memberikan nilai kepada kita, yang pada akhirnya kitapun dapat menjadi "produk" yang premium..

    hehe,
    hebat untuk kita semua

    terimakasih,
    nukeu

    BalasHapus
  4. @ Nukeu:

    itu Nukeu sudah membuktikannya, bahwa bapak pemasaran dunia pun bisa dilawannya dengan mengatakan brand lahir setelah produk dipromosikan. padahal, saya diajarkan bahwa brand lahir bersama dan sejalan dengan P, yang namanya Produk, he..he.., sebab brand itu salah satu dari atribut sebuah produk.
    benar kan, bahwa boleh-boleh saja kita berpendapat?
    silahkan dilanjut...

    BalasHapus
  5. ARI ( TYKOES CLUB )28 Februari 2011 15.25

    semua yang diomongin kok cuma produk fisik ja. bagaimana dengan produk jasa





















































    semua yang diomongin kok cuma produk barang ja. bagaimana dengan pemasaran produk jasa ?

    BalasHapus
  6. ARI (TYKOES CLUB)28 Februari 2011 16.49

    Sorry Bu kalo bingung soal pertanyaan sebelumnya. jujur saya baru masuk blok ini. dan kayaknya menarik sekalipun saya kurang tahu soal pemasaran tapi setidaknya bisa ikut baca yang sedang diobrolin.pertanyaannya bagaimana penerapan 4P untuk produk jasa ?

    BalasHapus
  7. ARI :

    Tulisan saya memang tentang marketing mix.

    Secara prinsip, strategi 4P itu diterapkan baik untuk produk fisik maupun jasa.

    Jasa, ia butuh dikemas, butuh kwalitas, butuh layanan (ini namanya strategi produk),

    jasa juga butuh diberi harga (ini butuh strategi harga yang tepat)

    Jasa, butuh dipromosikan/dikomunikasikan (strategi promosi) dan disampaikan (strategi distribusi).

    Jasa salon :
    ada kecantikan muka, rambut, perawatan tubuh/spa, pijat refleksi (produk).

    ada harga potong rambut berapa, ngecat rambut berapa, totok kecantikan berapa, creambath berapa, spa berapa, pelangsingan berapa..(strategi harga)

    dikomunikasikan kepada calon pembeli, (supaya dia mau beli, atau dikomunikasikan kepada pelanggan spy tetap berlangganan, dengan cara apa ), pake diskon atau iklan? nah ini namanya strategi promosi.

    mau ditaruh dimana? di Mall atau di ruko? Ini namanya strategi penempatan/distribusi.

    nah sekarang jasa anda apa? supaya saya bisa bantu, lebih detail. jangan lupa kirim email. Klik juga nama saya aridha pd koment ini, supaya anda sampai pada link artikel ttg produk.

    BalasHapus
  8. hy bu..
    saya penasaran dengan question mark bussiness. tolong ibu beri sedikit penjelasan mengenai itu dan strategi mana dari P4 yang bisa sangat membantu jika perusahaan sedang dalam posisi tersebut. terma kasih....

    BalasHapus
  9. @ Punang,
    silahkan saja kalau mau copy, thanks sudah berkunjung. selamat belajar dan salam bahagia

    BalasHapus
  10. ijin kopi ya bu,,,, trims sebelumnya?

    BalasHapus
  11. ijin copy ya bu, sungguh menarik sekali. trimakasih sblmnya.

    BalasHapus