Jumat, 19 November 2010

Merumuskan Misi Organisasi

Bacalah dengan nama Tuhanmu,-----------------------
“Pernikahan bukanlah sekedar kesatuan rohaniah dan rangkulan mesra, pernikahan juga makan tiga kali sehari dan tidak lupa membuang sampah”. (Dr. Joyce Brothers).

Dear pembelajar,----------------
Ternyata, membuat misi, tak perlu kalimat panjang-panjang.
Masih ingat tulisan saya beberapa waktu lalu tentang visi misi?
Baiklah, sedikit saya ingatkan “...Implementasi/pelaksanaan misi tidak semudah yang dibayangkan, sebab dalam organisasi terdapat beragam manusia dengan karakternya masing-masing....”... Dan Inilah yang TERNYATA kemudian dapat menimbulkan konflik ditengah perjalanan pertumbuhan organisasi.

Seperti banyak diyakini hingga hari ini, bahwa membuat pernyataan misi adalah sebuah pekerjaan yang tidak mudah. Dalam praktek, ini bahkan memerlukan waktu berhari-hari dan mungkin juga berminggu-minggu. Proses itu dimulai dengan brain storming, koleksi gagasan, perenungan hingga perumusan pernyataan misi.
Demi menjunjung tinggi keyakinan yang telah mengakar tersebut, maka , untuk merumuskan pernyataan misi, oleh sebagian besar organisasi, diperlukan pembentukan panitia khusus dan rapat-rapat yang padat. Hasilnya? 
Misi terumuskan dengan kalimat-kalimat yang panjang, membingungkan dan menjadi cita-cita yang sangat tidak realistis.
Jika anda tidak percaya, sebagai contoh kecil simak beberapa misi perguruan tinggi yang ada di sekitar anda. Anda dapat menelusurinya melalui google, pernyataan misi pada alamat situs/web mereka.

Pernyataan-pernyataan tersebut, mempunyai kesamaan. Perhatikan! Mereka seolah seragam dalam "membual". Bahkan, mereka terkesan saling mencontek rumusan misi, antara perguruan tinggi yang satu dengan perguruan tinggi lain.

Bermoral, beriman, bertakwa, unggul, mampu bersaing secara nasional dan global, berdaya saing, berkualitas, tanggap, pemikir, berakhlak luhur, potensi, kerakyatan, berbasis riset dll. Itulah kata-kata yang paling sering muncul dalam rumusan misi mereka.

Namun jika ini faktanya:
  1. Indonesia, dibalik pertumbuhan ekonominya yang positif pada tahun 2009 silam, ia merupakan negara terkorup dari 16 negara Asia Pasifik yang menjadi tujuan investasi para pelaku bisnis. Kemana para sarjana yang bermoral dan berakhlak luhur itu bersembunyi? Seluruh pengelola negeri ini adalah sarjana.
  2. Tingkat pengangguran dan kemiskinan masih tinggi yaitu penganguran sebesar 8-12 persen dan kemiskinan 12-14 persen. Dimanakah bersembunyi para pejabat yang rata-rata adalah alumni, yang berdaya saing dan mandiri itu? Seluruh pengelola negeri ini adalah sarjana.
  3. Ada sekitar dua juta sarjana menganggur tahun 2010. Langkah apa yang diambil oleh lembaga perguruan tinggi untuk hal ini? Seluruh pengelola perguruan tinggi adalah sarjana.
Pernyataan misi, sama sekali tidak akan menjadi masalah, sepanjang misi hanya sekedar untuk ditoreh atau digantung di dinding setiap koridor bangunan sebuah organisasi/lembaga/perusahaan. 
Tetapi, bukankah misi itu harus dilaksanakan? Jika guidence_(pernyataan misi)_nya saja "melip" (bahasa Jawa= jauh tinggi melayang di langit yang biru). Bahkan, sangat jauh melebihi kapasitas yang dimiliki untuk mencapai pernyataan itu, maka yang ada adalah sarjana menganggur, sarjana yang menjadi pejabat korup, sarjana yang mencederai hati rakyat. Cukup melenceng dari cita-cita tri dharma perguruan tinggi. Tidak perlu ada yang marah. Perguruan tinggi, hanya salah satu contoh kecil saja dari lembaga/organisasi yang juga memiliki misi, namun gagal mencapai misi.

Hari ini, saya hanya ingin membagi gagasan lain soal membuat pernyataan misi, yang menurut saya layak juga untuk dipertimbangkan. Jack Trout, ahli positioning, tidak sepaham dengan pernyataan misi yang berbelit-belit, dirangkai dalam kalimat panjang dan membingungkan. Baginya segalanya bisa disederhanakan, termasuk misi. 

Misi yang bagus adalah misi yang definitif (jelas dan dapat diraih). Misi yang tidak definitif mengindikasikan organisasi tidak tahu kemana ia harus melangkah. Tujuan dari membuat pernyataan misi adalah memastikan semua orang dalam organisasi memahaminya, bukan sebaliknya, justru membingungkannya.

Dalam membuat pernyataan misi, lupakan “seperti apa anda ingin menjadi” dalam pernyataan misi, tetapi berfokuslah pada “UPAYA-UPAYA yang berkaitan dengan seperti apa anda ingin menjadi”.

Pernyataan misi harus mengandung ide diferensiasi (pembeda) dan menjelaskan bagaimana dengan menjalankan ide itu, anda dapat mengungguli pesaing anda.

Nah, jika anda sedang berada atau terlibat dalam kegiatan organisasi, perhatikan misi organisasi anda. Apakah kalimatnya panjang dan berbelit? Apakah anda paham dengan rumusan/pernyataan itu? Dan, tak kalah penting, apakah semua lini/jajaran paham kemana harus melangkah? Kalau tidak, segeralah me_revisi. 

salam,
aridhaprassetya

4 komentar:

  1. dear Ibu Aridha

    bu, ijinkan saya tulis kalimat ini dan meminta sesuatu ya..
    sesuatu jawaban pastinya =D

    alinea kedua bu, blh tahu tidak..
    kenapa ibu lebih memilih memakai kata "pekerjaan" yg sulit? dibanding kata "hal", atau mungkin "sesuatu"?

    hehe, terimakasihku bu..

    BalasHapus
  2. he..he, saya lebih suka menggunakan kata pekerjaan untuk sebuah aktivitas. Bukan sekedar hal. Sebab setiap aktivitas mengandung tanggung jawab, jika itu disebut sebagai sebuah pekerjaan.

    Sebetulnya tidak masalah kita menggunakan kata hal/sesuatu. Hanya persoalan kegemaran memilih kata-kata saja.

    Tulisan di blog ini sengaja didesain sebagai tulisan yang tidak full formal ilmiah. Isinya memang lebih banyak ilmiah tetapi cara penyampaiannya kan tidak harus terlalu formal. Nanti jadi ngga ada bedanya dengan di kelas dong? he..he
    okey? thank you so much.

    BalasHapus
  3. terima kasih..setelah membaca tulisan ibu,saya sangat terinspirasi untuk memnjadi pemimpin yg memiliki karakter,yg membedakan saya dg pemimpin2 sebelumnya..
    jujur,saya berhasrat menjadi ketua senat di PTK yg saya tempati 2 tahun ke depan..dan saya telah belajar dari tulusan ibu..bagaimana sebuah organisasi membuat misi..
    semoga tulisan ibu bermanfaat untuk lebih banyak orang lagi..amain

    BalasHapus
  4. Dear Ardian,
    Saya bahagia mendengar ini bermanfaat bagi anda. Silahkan baca apa yang saya share soal kepemimpinan, yg saya yakin hanya akan anda dapati di sini, di papanputih.com.

    semoga anda berhasil menjadi pemimpin yang baik.

    salam sukses dan bahagia

    BalasHapus