Rabu, 20 Oktober 2010

Boss Saya terlalu Ramah...

Bacalah dengan nama Tuhanmu,___________

"Memegang kekuasaan ibarat menjadi seorang wanita. Kalau anda harus  memberitahu orang-orang bahwa anda seorang wanita, maka anda pasti bukanlah seorang wanita." (Margaret Thatcher)

Selamat belajar,_________

Seorang kawan (maaf, saya belum ijin menyebut namanya) dari kelas PO, menanyakan solusi atas kasus yang dihadapinya, di kantor tempat ia bekerja.

Begini pertanyaannya:
Boss saya terkesan terlalu dekat dengan bawahan. Kondisi ini membuat beberapa dari kami menjadi “lebih berani” (bahasa jawa; ngelamak?) . Terlalu dekatnya hubungan vertikal (atasan_bawahan) mengakibatkan bawahan menjadi tidak hormat kepadanya. 
Apa yang harus saya lakukan?,dan inilah jawaban saya:

Kasus yang anda ceritakan memang tidak jarang terjadi. Selama atasan anda tidak melanggar aturan-aturan yang ditetapkan oleh perusahaan, maka tidak ada alasan bagi anda untuk terganggu. Bekerjalah seperti biasa secara proporsional dan profesional.

Secara paralel (bersamaan), fokuslah pada sisi lain dari boss anda. Renungkan tentang motivasi (apa yang ada di balik perilaku)nya. Ia menyukai berperilaku seperti itu, tetapi anda, sebaliknya, malah tidak menyukainya. 

Bukankah seseorang berperilaku tertentu (seperti yang anda lihat) itu, pasti mempunyai motiv? Pasti ada yang melatarbelakanginya kan?

Nah, putar saja haluan anda, pelajari celah dari boss anda.
  1. Perhatikan apa yang paling dikhawatirkan (tidak bisa dikerjakan) oleh boss anda dan itu dengan mudah dapat anda kerjakan. Kerjakanlah.
  2. Perhatikan apa kelemahan dia dan itu bisa anda lakukan/tutupi. Bantulah dia. 
  3. Pelajari apa yang dia harapkan anda, tetapi hingga hari ini belum dapat anda penuhi. Penuhilah.

Lupakan persoalan-persoalan yang tidak relevan dengan pekerjaan anda,. Jangan memperhatikan hubungan boss anda dengan kawan-kawan anda (yang tidak hormat itu). Manage_lah hubungan anda dengan boss anda, dengan cara anda sendiri.

Begitu anda mulai dapat me_manage hubungan tersebut dengan lebih trampil, anda akan mendapatkan sesuatu yang lebih dari boss anda (dalam batasan pelatihan dan support).

Anda dapat memanfaatkan situasi ini menjadi peluang pembelajaran. Anda melihat bahwa sebenarnya boss anda adalah seorang yang penuh dengan talenta? Dan secara bersamaan, anda juga telah melihat “celah” diantara sederet daftar talentanya itu, bukan?

Celah itulah yang akan merupakan sebuah titik, tempat anda dapat bersinar. nantinya Yang terpenting adalah, tak seorangpun dapat bersinar, jika ia disibukkan dengan komplain/keluhan.

Anda hanya perlu membangun hubungan anda dengan boss anda dengan lebih ber_empathy, lebih menjaga jarak dan lebih menyiapkan strategi untuk karir anda ke depan.

Bagaimana?

Salam,
aridhaprassetya

3 komentar:

  1. kalau menurut saya secara general, ada beberapa kriteria boss yang mendekati bawahannya ada beberapa makdsud dan tujuan masing2..kita berpikir secara postif boss dekat dengan bawahannya supaya tidak ada kesenjangan sosial supaya bisa saling merangkul istilah bahasa jawa bisa Guyub, secara pemikiran negatif boss dekat dengan bawahan yaitu mencari info tentang keadaan dibawah dan mencari kesalahan bawahan supaya tidak ketinggalan info dan biar tidak terlalu lama merugikan perusahaan..begitulah buah pemikiran saya,kalau ada yang salah saya hanya belajar mengembangkan diri dan minta maaf sebesar2nya...Ainul

    BalasHapus
  2. nukeu herlandia20 Oktober 2010 21.54

    terimakasih banyak bu..
    jawaban ini mengingatkan saya pada part sebuah film..

    ada dua tokoh berdialog pada part ini.anggaplah tokoh 1 dan 2.
    Tokoh 1 mengambil kertas dan menulis, apa yang ia tulis? hanya 'titik' pada bagian tengah kertas tersebut.
    Lalu tokoh 1 ini bertanya kepada tokoh 2, "apa yang kau lihat?" (sambil menunjukan tertas yang telah ia bubuhi tanda titik tadi).
    Tokoh 2 menjawab : "titik"
    Lalu dengan bijaksananya tokoh 1 menjelaskan..
    (inti jawabannya yang saya tangkap sbb : )

    'kadang, kita terlalu cepat untuk melihat, terlalu cepat untuk menilai, dan terlalu berpandangan sempit.
    mengapa? kenapa kita terlalu cepat "melirik" (anggaplah titik yang ditulis tadi adalah suatu masalah).
    kadang kita terlena oleh masalah yang ada, dan tidak berpandangan secara luas.
    kenapa hanya titik tersebut yang kita lihat? kenapa kita tidak melihat betapa luasnya permukaan pada sisi kiri, kanan, atas dan sisi bawah kertas tersebut ? yang masih dapat kita explore, untuk menggambar / menulis sesuatu yang lebih baik, yang lebih bermanfaat dari hanya sebuah titik.

    jadi, jika boleh menyimpulkan..
    janganlah kita terlalu fokus pada sesuatu hal yang justru malah membuat kita tidak nyaman dan tidak memperhatikan sesuatu yang lain, yang sebenarnya hal lain itu adalah hal yang dapat membuat kita jauh lebih baik.

    hehe, panjang sekali..
    sekali lagi terimakasih banyak bu..sebanyak kata - kata saya

    BalasHapus
  3. itu yg harus terjadi dalam dunia kerja.
    dikarenakan dgn begitu (komunikasi)
    apa yang menjadi tujuan dari perusahaan (GOAL)
    dapat tercapai
    n tetep harus ada batasannya tertentu (sesuai job descrip)
    sebagai pemisah antara atasan dan bawahan.
    ex:
    tujuan perusahaan->atasan->informasi->komunikasi->bawahan (termotivasi)->GOAL...!!!
    itu yg dapat saya sampaikan sesimpel mungkin.
    SURYA ADI PUTRA

    BalasHapus