Monday, August 31, 2020

"Meragukan Manfaat Meditasi"

  "Bersama dengan membaca, jangan lupa ingat Tuhan"

Dear pembelajar,

Cukup banyak yang meragukan manfaat meditasi. Beberapa waktu lalu (bukan kali pertama), lagi-lagi, mendapat cerita pengalaman tentang meditasi. “Apa sih manfaat meditasi..kayanya ngga ada deh...saya pernah ikut program meditasi dan saya tidak merasakan apa-apa. Biasa aja...ngga ada beda..saya tidak merasa ada manfaatnya. Apa manfaat dari duduk diam..begitu-begitu saja..?”, kisahnya.

Saya kutip apa yang pernah disampaikan oleh guru Gede Prama, bahwa meditasi itu seperti makan pisang. Pisang itu manis tetapi bagaimana rasa manisnya pisang tidak bisa dideskripsikan. Apakah manis pisang seperti manis gula? Tidak. Apakah manis pisang seperti madu? Tidak. Jadi manisnya pisang hanya bisa dialami oleh yang mengonsumsinya. Manfaat dari konsumsi pisang secara teratur bagi kesehatan, juga hanya bisa dialami oleh konsumennya.

Demikian juga dengan meditasi. Ia manis, bahkan sangat manis. Tetapi hanya yang melakukan meditasi yang bisa  mengalami manfaat meditasi.

Orang-orang selalu tertarik kepada seseorang (jiwa) yang sejuk, damai, tenang, stabil dan jauh dari ke-kemrungsung-an** hidup. Jika diberitahu bahwa itu adalah efek meditasi, maka mereka akan tertarik untuk belajar meditasi, karena setiap jiwa merindukan ketenangan dan kedamaian.

Pada kali pertama, praktik meditasi adalah belajar diam, belajar tenang, belajar mengamati pikiran yang perginya ke sana kemari dan menyadari bahwa pada saanya saya akan mampu mengendalikan pikiran dan bukan pikiran yang mengendalikan saya. Tanpa saya belajar hening, saya tidak bisa mengalami meditasi.

Ingin mencapai kondisi jiwa yang sejuk, damai dan tenang tanpa mau belajar sejuk, tenang, diam (hening) adalah sesuatu yang impossible, bukan?

Nah—ini juga meditasi.

Terima kasih Tuhan, terima kasih sudah membaca. Salam hormat dan damai selalu.

Note: kemrungsung** = tidak pernah merasa cukup

 

Sunday, August 23, 2020

"Mbak, Hidup Saya Tidak Bahagia"

 "Bersama dengan membaca, jangan lupa ingat Tuhan"

Dear Pembelajar,

Itu adalah satu kalimat curhat yang disampaikan oleh seorang brother. Agak istimewa sih ketika yang menyampaikan itu adalah seorang brother, sebab biasanya yang merasa tidak bahagia dan berani curhat adalah para sisters

Tetapi setelah saya renungkan dalam-dalam, brother atau sister hanya “kulit” atau “kostum”. Apa yang terbungkus dalam kostum itu sama, yaitu “sang jiwa”, ruh, yang wajah aslinya adalah titik cahaya (niskala), sosok ruhani.

Mengapa hidup saya tidak bahagia?

Karena sang saya tidak otentik. Karena sang saya mengambil alih sifat yang bukan sifat asli. Sifat asli setiap jiwa adalah sifat yang sangat dekat dengan Tuhan. Jika sulit menerima kenyataan, maka saya tinggal mengingat-ingat bagaimana kondisi saya ketika bayi, atau melihat wajah bayi. Innocent, suci, full of love, happy, tenang, damai. Semua sifat Tuhan, ada pada dirinya.

Bahagia adalah power yang dianugerahkan Tuhan kepada setiap jiwa sejak awal kelahirannya. Sedang penderitaan dan kesengsaraan adalah power yang dianugerahkan oleh selain Tuhan.

Tuhan adalah Sang Pemberkah Kebahagiaan dan Penghapus Kesengsaraan. Jadi Beliau BUKAN Pemberkah kesengsaraan/penderitaan.

Gelar lain dari Tuhan adalah the Comforter of the heart. Jadi bagaimana mungkin memberi penderitaan/kesengsaraan?

Apa artinya jika saya tidak bahagia? 

Artinya, ada yang kurang akurat dengan pemahaman saya akan diri saya yang sebenarnya. Saya lupa ada hubungan istimewa apa antara saya dan Tuhan sebagai “sosok” yang saya yakini sebagai Pencipta (diri) saya.

Setiap ciptaan Tuhan pasti high quality. Kebahagiaan adalah kualitas illahi, sedang ketidakbahagiaan adalah kualitas diluar itu.

Jadi penyebab ketidakbahagiaan hanya satu, yaitu, saya lupa kualitas asli saya. Saya lupa diri saya dan saya lupa siapa Creator saya. Situasi yang buat saya tak bahagia, hanyalah trigger (pemicu) saja.

Tuhan adalah Sang Samudra Kebahagiaan. Beliau adalah Tempat dimana saya bisa mengambil power kebahagiaan, karena Beliau adalah Sang Penghibur Hati.

Saat saya bersedia menyadari hal ini, maka saya pasti akan mengalami pengalaman istimewa.

Saya sadari bahwa sejatinya, pernah ada hubungan yang intim dan istimewa antara saya dengan Tuhan. Saya harus menyalakan kembali tali relasi yang telah padam itu. Saya ingat Beliau dan segera terhubung dengan Beliau.

Hanya saya dan Tuhan, tak ada pihak ke tiga. Saya duduk di hadapan Beliau dan bicara berdua, dari hati ke hati. Saya menyerahkan seluruh diri saya, termasuk persoalan yang sedang saya hadapi. Saya biarkan Tuhan menyelesaikan semuanya, karena saya percaya Tuhan. Saya percayakan itu semua kepada Beliau.

Kemudian...

Seperti HP kehabisan batre dan saya harus menghubungkan dengan sumber listrik agar batre terisi kembali...demikian juga dengan diri saya yang lemah, bersedih karena kehabisan power of happiness. Saya tinggal charging batre diri saya.

Saya tinggal terhubung dengan Sang Sumber Kebahagiaan, Sang Penghibur Hati dan arus kekuatan kebahagiaan (power of happiness) itu otomastis mengalir dalam diri saya.--------- Inilah meditasi.

Terima kasih Tuhan. Terimakasih kepada Anda yang sudah membaca. Salam damai dan hormat selalu.💖

Friday, July 31, 2020

Persahabatan dengan Yang Maha Benar


"Bersama dengan membaca, jangan lupa ingat Tuhan"
Dear pembelajar,
Hari ini, poin pelajaran Tuhan yang ingin saya bagi adalah “Persahabatan dengan Yang Maha Benar”. Dahulu saya mengira ini adalah hal yang mustahil, sampai akhirnya pengalaman membuat saya yakin bahwa hal ini bisa terjadi.

Thursday, July 30, 2020

Jika Sulit Melupakan Peristiwa Menyakitkan

"Bersama dengan membaca, jangan lupa ingat Tuhan"
Dear pembelajar,
Orang kerap sulit melupakan/melepaskan peristiwa-peristiwa lalu, khususnya yang menyakitkan. Bahkan mengenang peristiwa kebahagiaan masa lalu pun bisa jadi menyakitkan karena faktanya peristiwa bahagia itu sudah pergi jauh dan tak mungkin kembali lagi. 

Thursday, July 9, 2020

"Merenungkan Ayat-ayat Tuhan"


"Bersama dengan membaca, jangan lupa ingat Tuhan"
Dear pembelajar,
Setiap hari Tuhan mengajar kita begitu banyak poin pengetahuan keillahian. Beliu memberi petunjuk kepada kita. Sebagian orang menyebut firman, sebagian lainnya menyebut ayat-ayat, dan sebagian lain menyebut sebagai maha vakya (ayat-ayat luhur).

Sunday, July 5, 2020

"Ingin Bisa Meditasi"


"Bacalah dengan tetap mengingat Tuhan"
Dear pembelajar,
“Meditasi itu seperti apa? Saya ingin bisa meditasi, tapi takut tersesat”. “Iya..kalau takut, baiknya jangan...”. Inilah biasanya yang saya katakan kepada mereka yang senang/tertarik kala melihat orang bermeditasi, ingin bisa meditasi tetapi takut tersesat. Disisi lain, untuk menghilangkan rasa takut dibutuhkan power of brave (kekuatan keberanian) dan power ini bisa didapat 'hanya' melalui kekuatan meditasi.