Jumat, 05 Februari 2016

Apakah Ibu Islam?

Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu,
Mengapa setelah pintar mengaji, setelah pandai membaca kitab, setelah pandai berdandan kemudian mampu berubah menjadi para pembenci kepada mereka yang tidak sama dengan kita? Bahkan berubah menjadi penuh ego dan merasa paling benar?

Dear pembelajar,---------

"Apakah ibu Islam?" Pertanyaan ini kerap ditanyakan mahasiswi/a. Jika tidak bertanya pada awal mengenal saya, nanti pada saat punya kesempatan berbincang-bincang dengan saya, mereka baru mengaku kalau selama bertahun-tahun memendam  pertanyaan itu.

Rabu, 16 Desember 2015

Implementasi Porter’s Five Forces Model

Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu,
To be merciful means to transform the pain and sorrow of others. (BKWSU)
Dear pembelajar,
www.blogger.com
Saya senang mendengar kabar bahwa beberapa dari Anda ada yang sudah cukup lama menjalankan bisnis sendiri, beberapa lagi sedang merintis dan beberapa lainnya punya keinginan untuk berbisnis. Untuk itu, terimalah ini sebagai salah satu alternative yang mudah-mudahan dapat menginspirasi Anda, terkait dengan pertanyaan-pertanyaan Anda tentang persaingan. Bicara marketing lazimnya, tidak bisa lepas dari bicara tentang persaingan. 

Jumat, 04 Desember 2015

Mencintai Kok Menderita?

Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu,
"Jika mencintai membuatmu menderita, maka pasti ada yang keliru"

Dear pembelajar,
“Jangan jatuh cinta kalau tidak mau menderita”. Bunyi status seorang kawan ini, menginspirasi saya untuk kembali menulis. Ya! “Jangan jatuh cinta kalau tidak mau menderita”. Saya pernah mengira ini benar. Sampai kemudian saya menemukan kebenaran yang lain.

Kamis, 01 Oktober 2015

Spiritual Marketing: Mengapa Saya Begini dan Mereka Begitu?

Bacalah dengan menyebut nama Tuhan-mu:

“Kebahagiaan manusia adalah bergerak menuju tempat yang lebih tinggi, mengembangkan bakat-bakatnya yang lebih tinggi,memperoleh pengetahuan tentang hal ikhwal yang lebih tinggi dan yang tertinggi, dan bila mungkin, bertemu dengan Tuhan. Bila manusia tak mengerjakan tugas-tugas ini, maka berarti ia bergerak menuju kepada yang lebih rendah, dan hanya mengembangkan bakat-bakatnya yang lebih rendah, sehingga ia pun menjadikan dirinya sendiri tak bahagia, bahkan mungkin putus asa.” (filsafat klasik)

Dear Pembelajar,
Semalam, pembelajaran (Spiritual) Marketing Management bersama mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas 45 Surabaya begitu menarik. Selepas doa bersama dan pembagian kelompok diskusi, saya membuka perkuliahan dengan menyerahkan telinga saya kepada para mahasiswa. Saya mengambil peran mendengarkan saja  pengalaman mereka terkait dengan pemasaran dan perilaku konsumen.

Selasa, 18 Agustus 2015

Untuk Para Sarjana Ekonomi Baru Universitas 45 Surabaya

Yang saya cintai dan yang saya hormati,
Para Sarjana Ekonomi baru Universitas 45 Surabaya, selamat membaca dan salam damai.
Tadinya saya agak tersendat memilih kalimat pembuka, namun syukurlah dengan bantuan Tuhan, akhirnya semua terkerjakan. Inilah tulisan yang saya janjikan malam itu.

Selasa, 14 April 2015

The Spiritual Knowledge Series: Meguru

Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu,

"Apakah mungkin memaafkan dan melupakan? 
Ya, tetapi terjadi dengan urutan sebaliknya. Pertama Anda melupakan. Baru kemudian memaafkan. Anda tak kan pernah memaafkan suatu kejadian/situasi, jika hati/kepala masih bertahan pada kejadian/ situasi tersebut" (BKWSU)

Dear pembelajar, 
Apa yang saya tulis ini pun pernah saya tulis di kompasiana.com. Ini adalah bagian dari proses pembelajaran mengenal diri sendiri, juga mengenal Tuhan. Orang jaman dahulu menyebutnya sebagai meguru. Kita sedang membicarakan pengetahuan tentang jiwa, tentang spirit dan sedang mempelajari spiritual knowledge untuk membangkitkan kecerdasan illahiah (SQ-Spiritual Quotient). Inilah bagian dari pengalaman tersebut...