Friday, January 12, 2018

Spiritual Marketing (9) : Saya Bekerja di Perusahaan Miras, Apakah Saya Harus Berhenti?

Bacalah sambil mengingat Tuhan,
"Hanya jika saya mengenal diri saya, saya akan mengenal Tuhan dan mampu mengasihi keduanya" 

Dear pembelajar,
Ada message yang sangat menarik dari someone that no need for me to mention the name. Bunyinya: "Ibu, saya setuju dengan Spiritual Marketing, tapi selama ini saya bekerja sebagai distributor minuman keras. Apa bisa Spiritual Marketing diterapkan? Apakah saya harus quit (berhenti)?"

The Spiritual Nectar (2) : Ketika Saya Gemar Bergosip, Apakah itu Karakter Saya?


Bacalah sambil mengingat Tuhan,
"Syarat untuk mencapai kedamaian sejati adalah kesucian. Kesucian pikiran, kata-kata dan perbuatan"

Dear Pembelajar,
Ketelibatan dalam gosip terjadi ketika saya tidak sadar diri. Mata melihat kejadian dan telinga mendengar sesuatu yang tidak patut, lalu "saya" yang tidak sadar diri bisa mengolah apa yang saya dengar dan lihat, berdasarkan pengalaman dan pikiran-pikiran saya sendiri. 

The Spiritual Nectar (1): Ketika Saya Tak Kenal Siapa Saya

Bacalah sambil mengingat Tuhan,
"Syarat untuk mencapai kedamaian sejati adalah kesucian. Kesucian pikiran, kata-kata dan perbuatan"

Dear pembelajar,
Ketika saya merasakan ada sesuatu terjadi antara koneksi saya dengan Tuhan, itu pasti saya telah melakukan kesalahan sebelumnya. Jika saya sulit fokus/konsentrasi ketika berdoa, ketika berkoneksi atau berkomunikasi dengan Tuhan, itu pertanda bahwa saya telah berbuat kesalahan sebelumnya.

Friday, December 29, 2017

Spiritual Marketing (8): Keputusan mana harus saya pilih? (Sdri. Muaf)

Bacalah dengan mengingat Tuhan Yang Esa,
"Hanya Sang Benih yang mengenal dengan baik Sejarah Pohon"

Dear pembelajar,

“Saat usaha berada pada tahapan decline (penurunan/jatuh), kita dihadapkan pada dua pilihan, yaitu tetap bertahan dengan usaha tersebut atau beralih ke usaha lain. Saya harus pilih yang mana?”. Ini adalah pertanyaan Sdri. Muaf.

Friday, December 22, 2017

Spiritual Marketing (7): Ketika Bisnis Saya Dihancurkan Pesaing (Sdr. Yasin)

Bacalah dengan mengingat Tuhan Yang Esa,
"Semua yang kita lihat dengan mata akan hancur. Bahkan mata kita pun juga akan hancur"

Dear pembelajar,
“Apa yang harus saya lakukan ketika usaha saya disabotase atau dihancurkan secara tidak sehat oleh pihak pesaing?”

Spiritual Marketing (6): Ketika yang Tradisional Dikalahkan yang Modern (Sdr. Yaguar)

Bacalah dengan mengingat Tuhan Yang Esa,
"Cahaya itu ...tidak pernah memerangi kegelapan"
Dear pembelajar,
Sebelumnya saya harus mengingatkan bahwa semua jawaban atas pertanyaan yang masuk, saya merujuk kepada konsep pemikiran SpiritualMarketing. Tentang apa itu Spiritual Marketing, Anda bisa membaca di sini.

Tuesday, December 12, 2017

Perilaku Konsumen (2) : Spiritual Marketing dan Perilaku Konsumen

Bacalah dengan mengingat Tuhan yang Esa
"Untuk mendapat bantuan Tuhan, diperlukan kombinasi keberanian dan kerendahan hati"
Dear pembelajar,
Pertanyaan pada akhir tulisan sebelumnya adalah (1). Apakah belajar ilmu memasarkan tidak lagi penting? (2). Apa hubungan pelajaran Perilaku Konsumen dengan pikiran dan intelek? Dan (3). Apa jadinya jika pikiran dan intelek tidak dibuka?

Monday, December 11, 2017

Perilaku Konsumen (1) : Esensi Ilmu Perilaku Konsumen

Bacalah dengan mengingat Tuhan Yang Esa...
"Pikiran suci, waktu dan kesehatan adalah harta terbesar karunia Tuhan"
Dear pembelajar,
Ilmu Perilaku Konsumen (Consumer Behavior), adalah ilmu yang mempelajari hal ikhwal tentang perilaku konsumen. Ilmu ini mengungkap rahasia tentang (1). apa yang ada dalam pikiran konsumen, (2). bagaimana sikap dan pandangan mereka tentang suatu produk, (3). apa saja faktor yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian mereka, (4). bagaimana proses pengambilan keputusan pembelian itu berlangsung dan bagaimana mereka  mengambil keputusan pembelian.

Sunday, September 3, 2017

Spiritual Nectar Today: HARMONI Itu Seperti Apa?

Bacalah dengan tetap mengingat Tuhan
"Become light-Remain constantly full and shining" (God Himself)


Dear Pembelajar,
Sering saya mendengar kata orang, "Semua harus seimbang". Segala sesuatu harus seimbang. Ada siang ada malam, ada baik ada buruk …ada benar ada salah…ada bersih ada kotor. Bagaimana kita bisa mengatakan sesuatu itu baik apabila tidak ada hal-hal buruk?